rekomendasi untuk Bibit Waluyo-Rustriningsih sebagai
pasangan bakal calon gubernur (bacagub)/bakal calon
wakil gubernur (bacawagub) Jateng yang akan diusung
dalam pemilihan gubernur (pilgub) 2008. Sementara itu
Gubernur Jateng Drs H Ali Mufiz MPA yang gagal
memperoleh rekomendasi dari DPP PDIP, sekarang ini
malah dilirik Partai Demokrat (PD) sebagai bacagub.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PDIP
Tjahyo Kumolo kepada wartawan mengungkapkan, rekomendasi
untuk Bibit-Rustri itu diserahkan DPP PDIP kepada
keduanya dan Ketua DPD PDIP Jateng H Murdoko SH, di
Kantor DPP PDIP Jl.Lenteng Agung Jakarta Selatan,
beberapa waktu lalu. “Rekoemndasi
DPP PDIP secara
resmi telah diserahkan kepada
pasangan Bibit Waluyo-Rustriningsih serta Ketua DPD
PDIP Jateng Murdoko SH,” ungkapnya, kemarin.
Pernyataan Tjahyo Kumolo tersebut sekaligus membantah
kabar yang berkembang bahwa Rustriningsih mengundurkan
diri dari pencalonannya sebagai bacagub Bibit Waluyo.
“Isu itu tidak benar,” tegasnya.
Menurutnya, dengan diserahkannya rekomendasi tersebut,
DPP PDIP juga langsung bergerak cepat. Sebagai bukti,
DPP PDIP langsung menerbitkan SK tim sukses untuk
mensukseskan pencalonan Bibit-Rustriningsih tersebut.
Dimana ketua tim sukses langsung dipercayakan kepada
Ketua DPD PDIP Jateng H.Murdoko SH.
“Ketua tim sukses langsung dipegang Murdoko, Ketua DPD
PDIP Jateng. Dengan anggota Korwil DPP, DPD, Ketua
DPC, PAC, anggota Fraksi DPR RI dan DPRD. SK-nya dari
DPP langsung,”jelasnya.
Sementara itu sebelumnya beredar kencang kabar
bahwa Bupati Kebumen Rustriningsih mengundurkan diri
dari pencalonannya sebagai bakal calon wakil gubernur
(bacawagub) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
(PDIP) dalam pemilihan gubernur (pilgub) Jateng 2008.
Pasalnya, Rustri kebingungan dan tidak mau kalau
dipasangkan dengan Bibit Waluyo.
Menurut informasi dari internal PDIP, keengganan
Rustriningsih dipasangkan dengan Bibit Waluyo itu
sebenarnya sudah disampaikan sejak awal. Rustrinigsih
juga sudah menyampaikan kepada DPP PDIP. Dimana pada saat itu Rustriningsih dipanggil
Ketua Umum PDIP Hj.Megawati Soekarnoputri.
Dalam kesempatan itu, secara terbuka Rustriningsih
menyampaikan kepada Megawati terkait keengganannya
untuk dipasangkan dengan Bibit Waluyo. Sebab, kalau
harus berpasangan
dengan Bibit Waluyo, cost biaya yang
harus dikeluarkan Rustri diperkirakan sangat berat
sekali. Disamping itu, peluang untuk menang juga
sangat berat sekali. Karena mayoritas DPC PDIP di
Jateng juga tidak cocok dengan Bibit Waluyo.
“Kasarannya Pak Bibit itu hanya akan ndompleng saja mas,” ungkap sumber yang tidak
mau disebutkan namanya.
Dengan fakta itu, kalau Rustriningsih dipaksakan
berpasangan dengan Bibit Waluyo, dikhawatirkan mesin
politik tidak akan berjalan dan dikhawatirkan kasus
Banyumas akan terulang dalam pilgub Jateng.
Namun, meski sudah menyampaikan kepada Megawati, hasil
rapat pleno DPP PDIP pada akhir pekan kemarin ternyata
memberikan rekomendasi kepada Bibit
Waluyo-Rustriningsih untuk diusung dalam pilgub
Jateng. Hingga banyak pihak di PDIP kalang kabut.
Keputusan DPP itu konon berada diluar skenario selama
ini. Yaitu untuk bacagubnya adalah Drs H Ali
Mufiz
MPA. Sedangkan untuk bacawagubnya ada tiga orang
kandidat dari internal PDIP, yaitu Rustriningsih,
Murdoko SH dan Soemaryoto.
Tidak hanya itu, rapat pleno DPP PDIP untuk membahas
rekomendasi pilgub Jateng seharusnya baru dilaksanakan
Kamis (28/2) mendatang. Tapi entah mengapa, rapat
pleno tersebut tiba-tiba diajukan akhir pekan kemarin
pada saat Ketua Dewan Pembina DPP PDIP Taufik Kiemas
dan Sutradara Ginting tidak bisa hadir karena sakit.
Sayang sampai berita ini ditulis, Rustriningsih belum
bisa dikonfirmasi.
Sementara itu meski ditolak PDIP, Gubernur Jateng Drs
H Ali Mufiz MPA ternyata tetap memiliki daya tarik
bagi parpol lain. DPP Partai Demokrat langsung bergerak cepat
melihat perkembangan politik tersebut. Dimana
dikabarkan Partai Demokrat akan berbalik arah mengusung Ali Mufiz
dalam pilgub Jateng.
Keinginan mengusung Ali Mufiz tentu merupakan sesuatu
yang wajar.
Karena sekarang ini dia menjadi incumbent.
Sehingga dengan mengusung Ali Mufiz, peluang menang
pilgub Jateng dipastikan lebih besar bila dibanding
harus mengusung Sukawi Sutarip yang tersangkut
berbagai kasus dugaan korupsi. Bahkan kasusnya
sekarang sudah ditangani oleh Komisi Pemberantasan
korupsi (KPK).
Yah namanya saja politik, mana ada peluang yang menguntungkan pribadi, kelompok, ya itulah yang menjadi tujuannya. Ini jujur saja lho !!! Dak ada tuh yang mau mementingkan masyarakat banyak. Cuapek deh !!!!
Maju terus pak… kami mendukung serta mendoakan semoga Bibit Waluyo & Rustriningsih sukses menjadi gubernur dan wagub jateng yang akan datang.
Saya tau persih bahwa bapak Bibit Waluyo orangnya sederhana, tidak neko-neko, tegas dan bersih dari segala bentuk KKN.
TRAGIS
Seorang Rustri yang mengangkat Kebumen dengan kecerdikan dan kerja kerasnya, harus berpasangan dengan seorang bersepatu lars yang secara moral tidak mendukung demokratisasi dalam PDIP dan sangat bertentangan dengan nama besar partai yang mengangkat DOMOKRASI dalam nama partainya.Mengapa PDIP memasangkan Rustri dengan situa keladi Bibit Waluyo yang secara moral dan etika tidak bisa dipertanggungkan kesetiaannya dan kejujurannya. Yang lebih parah lagi calon cemerlang dari kader murni PDIP yang bernama Rustri hanya dinomor-duakan. Belim lagi kalau melihat latar belakang seorang Bibit Waluyo yang penuh dengan sexual affair, dari top class model sampai putri kraton Surakarta. Hal ini hanya membuat kedaulatan seorang Rustri yang murni kader partai menjadi sangat terpuruk.
Haruskah PDIP sebagai partai yang mengusung DEMOKRASI dalam nama partainya harus berperilaku seperti itu.
Apa yang sebetulnya ingin dicapai PDIP? Kekuasaan atau Kepemimpinan?
Terimakasih atas liputannya mengenai calon gubernur dari PDI Perjuangan Bibit Waluyo.
Bibit Waluyo sekarang sudah resmi menjadi calon gubernur Jawa Tengah dari PDI Perjuangan
Untuk informasi lainnya mengenai berita calon gubernur dari PDI Perjuangan ini dapat di akses di web blog http://bibitrustri.blogdetik.com
Salam
Saya akan golput dalam pilgub Jateng yang akan datang !!!
Nggak ada bakal calon yang dapat mewakili saya yang terdaftar sebagai calon-calon gub dan cawagub jateng …..
Adakah akan muncul calon independent ?
Siapa ?
Siapapun dia ….. saya pilih yang tidak diusung partai !
Salam,
dari timur
Good luck..
I hope they can improve jateng province be better