Bos Arisan Larikan Uang Nasabah

SOLO- Ny J (50) warga Semanggi Pasar Kliwon Solo, pengelola arisan yang diikuti ratusan pedagang kecil dan ibu rumah tangga, menjadi buronan petugas Poltabes Solo menyusul kabur sambil membawa aset arisan senilai ratusan juta rupiah.

Diduga setelah menawari nomor arisan fiktif dan tidak dapat memenuhi kewajibannya membayar kepada peserta arisan , Ny J kabur. Sejumlah peserta arisan yang jengkel sempat mengambil perabot rumah milik Ny J sebagai ganti uang pembayaran arisan yang batal diterimanya.
Keterangan yang dihimpun AI, Senin (20/4)� menyebutkan, arisan yang dikelola Ny J� diikuti oleh 161 orang yang terbagi sebanyak 120 orang mengikuti arisan harian dan 41 orang arisan tiap pekan. Setiap peserta arisan kategori harian menyetorkan uang sebanyak Rp 5.000, dengan hasil bila nomornya keluar mendapat dana Rp 600 ribu sedangkan arisan tiap pekan setorannya Rp 50.000, dengan perolehan arisan senilai Rp 2 juta.
Peserta arisan merasa kaget, saat hari Minggu (20/4) yang seharusnya arisan dibuka, namun Ny J tidak tampak di rumahnya. Yang lebih mengagetkan ratusan peserta arisan, aset arisan yang terkumpul sejak Januari 2009 yang nilainya ratusan juta rupiah dibawa kabur oleh Ny J.
Beberapa peserta arisan yang sempat jengkel sempat membawa perabot rumah Ny J yang rumahnya kosong. Akhirnya peserta arisan berbondong-bondong mengadukan kasus yang dialaminya ke Mapoltabes Solo. Saat melaporkan kasus arisan bermasalah ke Mapoltabes Solo itu juga terungkap modus operandi Ny J selain membawa kabur aset arisan diduga sebelumnya melakukan penjualan nomor arisan fiktif kepada calon peserta arisan.
Ny J menawarkan kepada calon peserta arisan kalau ada nasabah arisan yang tidak sanggup melanjutkan arisannya. �Padahal tidak ada peserta yang tidak sanggup membayar, namun Ny J terus menawarkan nomor arisan fiktif yang tentu harus dibeli lebih mahal,� ujar beberapa peserta arisan yang telanjur membeli arisan fiktif kepada Ny J.
Sementara itu Kasat Reskrim Poltabes Solo Kompol Suharyanto SH MH, Senin (20/4) mengatakan kasus arisan yang pengelolanya yang kabur masih diburu. Petugas juga masih meminta keterangan dari sejumlah saksi[kr]

Tinggalkan Balasan