BANJARNEGARA - Sar (22), pelaku pencurian kentang di Dusun Buntu Desa Bakal Batur Banjarnegara, shock berat di ruang tahanan Mapolres Banjarnegara, setelah mengetahui ayahnya Slamet (45) yang ikut mencuri tewas terjun ke jurang saat berusaha kabur.
Mayat Slamet ditemukan Sabtu (18/4) dengan kondisi kepala retak akibat� menghantam cadas di dasar jurang pada kedalaman sekitar 25 meter. Kapolres Banjarnegara AKBP Nelson Pardamean Purba SIk didampingi Kasat Reskrim AKP Agus Sembiring kepada wartawan, Minggu (19/4), mengatakan Slamet asal Gedangsari Watumalang Wonosobo bersama anaknya, Sar, Jumat (17/4) malam, mencuri kentang milik warga Dusun Buntu Bakal.
Aksi pencurian itu diketahui oleh sejumlah warga. Keduanya langsung kabur meninggalkan kentang hasil curian seberat sekitar 30 Kg. Warga akhirnya berhasil menangkap Sar dan diserahkan ke Polsek Batur. Sedangkan Slamet, lolos dari kejaran warga.
Menurut Kapolres Banjarnegara AKBP Nelson, tersangka Sar saat diperiksa di Mapolsek Batur mengatakan bahwa pelaku yang lolos adalah temannya. Sabtu (18/4), beberapa warga menemukan sesosok mayat lelaki tergeletak di dasar jurang, beberapa ratus meter dari lokasi pencurian.
Setelah dievakuasi, mayat langsung dibawa ke Puskesmas Batur I dan diperiksa oleh dokter� Ahmad Setiawan. AKP Agus Sembiring mengatakan, saat mayat diperiksa, tersangka Sar dihadirkan mencari kejelasan apakah mayat tersebut temannya yang kabur atau bukan.
Begitu melihat wajah mayat tersebut, tersangka langsung menjerit histeris, karena ternyata ayahnya, Slamet, yang mengajak tersangka mencuri kentang[kr]
DIarsipkan di bawah: Politik